<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=17477368&amp;blogName=wisben.com&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://wisben.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://wisben.blogspot.com/&amp;vt=-7779026374373566162" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

wisben.com

Tuesday, November 15, 2005

Paradoks Wanita

Google

Jika kau menciumnya, kau bukan gentleman

Jika kau tidak menciumnya, kau bukan lelaki


Jika kau memujinya, ia akan mengira kau
ngegombal

Jika kau tidak memujinya, kau adalah lelaki tak berguna....


Jika kau setuju semua keinginannya, dia akan ngelunjak

Jika kau tidak setuju semua keinginannya, kau tidak pengertian

Jika kau bercinta dengannya, kau dicurigai sudah ahli

Jika kau tidak bercinta dengannya, kau bukan lelaki


Jika kau sering mengunjunginya, dia pikir kau membosankan

Jika kau tidak sering mengunjunginya, dia menuduhmu main dengan orang lain


Jika kau berpakaian rapi, dia bilang kau menarik perhatian wanita lain

Jika kau tidak berpakaian rapi, dia bilang kau berantakan


Jika kau cemburu, dia bilang kau jahat

Jika kau tidak cemburu, dia bilang kau tidak cinta padanya


Jika kau ingin bercinta, dia katakan kau tidak menghormatinya

Jika kau tidak ingin bercinta dengannya, dia pikir kau tidak suka padanya



Jika kau telat satu menit, dia akan marah marah

Jika dia telat satu jam, dia bilang itu memang seharusnya seorang wanita


Jika kau mengunjungi wanita lain, dia akan menuduh kau punya wanita lain

Jika dia dikunjungi lelaki lain, dia akan bilang "Oh! Sudah biasa, kami

wanita!"


Jika kau menciumnya sebentar, dia tuduh kau orangnya dingin

Jika kau menciumnya lama, dia teriak bahwa kau kurang ajar


Jika kau gagal membantu dia menyeberang jalan, kau kurang etika

Jika kau berhasil membantunya menyeberang jalan, dia anggap itu taktik

lelaki


Jika kau menatap wanita lain, dia tuduh kau buaya

Jika dia ditatap lelaki lain, dia berkata bahwa mereka mengaguminya


Jika kau membiayai hidupnya, dia pikir kau meremehkannya

Jika kau tidak membiayai hidupnya, dia pikir kau pelit



Jika kau bercinta dengan wanita lain, dia minta putus

Jika dia bercinta dengan lelaki lain, dia bilang "Bukan salahku! Dia yang
memaksa"


Jika kau berhasrat bercinta dengannya, dia anggap hanya itu yang kau
inginkan

Jika kau tidak berhasrat bercinta dengannya, dia anggap kau jual mahal


Jika kau bicara, dia ingin kau sendiri mendengar yang kau bicarakan

Jika kau mendengar, dia ingin kau yang bicara


Jika saat bercinta dia diam saja, dia minta dicumbu

Jika saat bercinta kau diam saja, dia juga diam saja


Jika dia menangis, kau salah telah membuatnya menangis

Jika kau menangis, dia pergi darimu karena kau bukan lelaki sejati



Oh, Tuhan! Kau menciptakan mahluk bernama WANITA

Sangat simple sekaligus tapi sangat kompleks

Sangat lemah sekaligus sangat kuat pengaruhnya


Sangat membingungkan...


Tapi katanya nikmat dan menyenangkan.......... entahlah.....

Kiat efektif berhenti merokok

Google

Trauma Merokok di Medan Perang


GATRA.com - BANYAK perokok yang ingin menghentikan aktifitas 'main api'-nya tersebut. Namun sebagian besar tak bisa melaukannya, dengan berbagai alasan. Tapi trauma di medan perang membuat mantan Kadit Serse Polda Jawa Barat, Kombes (Pol) Sardjono SH yang kini menjabat Kabag Reserse Psikotropika dan Narkotika Mabes Polri kapok merokok.
....




Ia berhasil meninggalkan kebiasaan merokok secara total. "Ketika masih kapten, saya perokok berat dengan tiga bungkus per hari. Namun bisa melepasnya, setelah pulang tugas dari Timor Timur," katanya. Saat itu Sardjono

bertugas di provinsi yang kini menjadi negeri sendiri, Timorlorosae, sebagai komandan kompi di daerah perbatasan

Liquisa.



Suatu malam bersama empat anak buahnya ia bertugas di sebuah pos yang gelap gulita. Di luar sepengetahuan Sardjono, seorang anak buahnya iseng menyulut rokok kretek. Tanpa disadarinya, itulah awal petaka yang merengut nyawanya di medan tugas.



Tiga letusan tembakan senjata SS yang diduga dilakukan oleh pasukan Fretellin menggema. Dan anak buahnya yang sedang merokok itu roboh bersimbah darah. Diduga, penembak gelap itu membidik 'cahaya api' di ujung rokok. "Peluru kaliber 22 mm tepat bersarang di bagian hidungnya," katanya.



"Sejak itu saya berhenti merokok, dan hingga kini tak pernah lagi berniat merokok," ujar Sardjono. Sebagai gantinya, ia selalu menyelipkan permen di saku celananya, dan selalu berusaha menjauh dari asap rokok. Rupanya Sardjono kini "kecanduan" gula-gula.